Resensi buku “All the light we cannot see” by Anthony Doerr


“Reading is to the mind what exercise is to the body”
-Joseph Addison-

In the dream the Goddess of the Earth told him she’d made the Sea of Flames as a gift for her lover, the God of the Sea, and was sending the jewel to him through the river. But when the river dried up, and the prince plucked it out, the goddess became enraged. She cursed the stone and whoever kept it.”
― Anthony Doerr, All the Light We Cannot See

Setelah selesai membaca sebuah buku yang begitu luar biasa bagus, pernahkah kamu merasa: now what? apakah ada buku yang lebih bagus dari ini? ga mungkin kan kita tidak membaca buku lagi hanya karena kuatir buku yang kita baca itu nantinya mengecewakan? Pernahkah kamu membaca buku yang pilihan kata-katanya bisa begitu tepat tetapi juga sangat tidak biasa, keseluruhan isi buku terasa indah, walaupun di saat saat mengharu biru..walaupun ada karakter utama yang harus mengalami kejadian yang sangat menyakitkan… segalanya terasa menyampaikan : “all is beautiful at its essence”. Nah buku Anthony Doerr ini adalah buku yang seperti itu..

A white haired German brother and sister, raised in an orphanage with a charming french foster mother who sings her children with french lullabies, a very smart blind french girl who loves to read two thousand leagues under the sea, her great uncle who is scared with shadows, never step out of his handsome house in St. Malo for 48 years.. Tidakkah deskripsi sebagian tokoh ini bisa membuat kamu mengerti betapa bagusnya buku ini? of course not… Tidak bisa hanya saya yang cuap cuap lewat tulisan bahwa buku ini bagus, anda harus membacanya! Saya bahkan bisa bilang Membaca Buku ini termasuk dalam daftar 100 hal yang harus kita lakukan sebelum kita mati.

Ada sebuah batu permata dalam buku ini, namanya “the sea of flames” dari deskripsi yang ada dalam buku ini saya membayangkan permata “la coeur de la mer” seperti yang ada di film Titanic, batu saphire berwarna deep blue ocean, sebesar telur burung merpati, berbentuk opal, dengan secercah warna merah di bagian tengahnya… Batunya begitu berharga, begitu langka dengan legenda yang menakutkan. Konon siapapun yang memiliki batu tersebut, dia akan hidup selamanya, tidak akan pernah mati atau sakit, tetapi semua orang yang dicintainya, akan meninggal, segala kepedihan dan kesulitan akan terus mengikuti pemilik batu itu selama-lamanya.

I know…

The book is mesmerizing… for me, it’s a timely reminder about bravery.. It’s not about never feeling scared.. but brave means to do the thing that you think is worth to do.. even though it will cost you the precious gift of life. If you never stand anything in life, you will fall for everything.

Cheers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s